Matinya kepakaran (the death of expertise): perlawanan terhadap pengetahuan yang telah mapan dan mudaratnya

The Death of Expertise (Matinya Kepakaran) ditulis oleh Tom Nichols, profesor ilmu politik di US Naval War College. Buku ini lahir dari kegelisahan yang nyata: di era internet dan media sosial, semakin banyak orang merasa tahu segalanya, bahkan lebih tahu dari para ahli di bidangnya. Nichols menyebut fenomena ini bukan sekadar ketidaktahuan biasa, melainkan sebuah penolakan aktif terhadap pengetahuan dan kepakaran itu sendiri.

Argumen utama Nichols cukup tajam: demokrasi memang memberi setiap orang hak yang sama, tapi itu tidak berarti setiap pendapat memiliki bobot yang sama. Ada perbedaan besar antara opini seorang dokter spesialis dan opini seseorang yang baru membaca satu artikel di internet. Masalahnya, batas itu kini semakin kabur, dan banyak orang justru bangga tidak mempercayai para ahli sebagai bentuk “kemandirian berpikir.”

Nichols mengulas beberapa penyebab utama fenomena ini: pendidikan tinggi yang terlalu memanjakan mahasiswa hingga tidak terlatih menerima kritik, internet yang memberi ilusi pengetahuan tanpa kedalaman, jurnalisme yang mengejar klik ketimbang kebenaran, dan budaya populer yang merayakan amatirisme. Setiap bab dibedah dengan argumen yang runtut dan didukung contoh-contoh konkret yang mudah dikenali.

Kelemahan buku ini ada pada nadanya yang kadang terasa elitis. Nichols terkadang tampak kurang adil terhadap alasan mengapa publik kehilangan kepercayaan pada para ahli, misalnya kasus kegagalan institusi ilmiah atau kebohongan yang pernah dilakukan kalangan akademisi dan pemerintah. Skeptisisme publik tidak sepenuhnya lahir dari kebodohan, ada juga pengkhianatan kepercayaan yang mendasarinya.

Meski begitu, buku ini tetap bacaan yang penting dan relevan, terutama di Indonesia yang juga tidak lepas dari fenomena serupa. Hoaks kesehatan, teori konspirasi, hingga penolakan terhadap vaksin adalah contoh nyata bahwa matinya kepakaran bukan hanya masalah Barat. Siapa saja yang peduli pada kualitas diskusi publik dan budaya berpikir kritis akan mendapat banyak dari buku ini.

Alam
Ditulis oleh
Alam
← Semua Tulisan